@okkyachmad

Kenapa Memutuskan Untuk Menulis Lagi?

penyebab keyboard ngetik sendiri

Tulisan kali ini kayaknya bakal cukup panjang, jadi kemungkinan akan saya bagi ke beberapa bagian.


Awal Mula Ketika Blogging Populer

Mundur beberapa waktu ke belakang, ketika tren ngeblog lagi sangat populer (sekitar awal 2010-an, ya?), saya termasuk yang cukup beruntung bisa ikut arus itu. Nggak sekadar ikut-ikutan, tapi beneran banyak belajar hal baru dan dapet teman dari aktivitas ngeblog.

Saya sempat punya blog di WordPress.com, pernah singgah sebentar di Multiply, lalu pindah ke Blogspot. Dari situ iseng belajar ngulik WordPress self-hosted, dan seterusnya. Aktivitas blogging saya kurang lebih cukup aktif dari 2007 sampai 2013.

Seiring waktu berjalan—umur bertambah, kesibukan pindah dari sekolah ke kuliah, lalu kerja—blog pelan-pelan mulai terbengkalai. Nggak yang langsung berhenti total, tapi frekuensi nulisnya makin turun. Dari yang sebulan bisa 10 kali, jadi sebulan sekali, lalu setahun 2–3 kali, sampai akhirnya benar-benar nggak keurus. Ujung-ujungnya, blognya saya hapus-hapusin. 😅


Sosial Media Berpengaruh Bikin Males Nulis Panjang

Entah kenapa, tapi ini murni menurut saya pribadi. Saya ngerasa media sosial seperti Twitter, Plurk, Facebook, Path (yang sekarang sudah almarhum), Instagram, YouTube, dan lain-lain, punya peran cukup besar dalam menggerus kebiasaan blogging.

Lewat platform-platform ini, kita dibiasakan untuk nulis pendek: update status, post sedikit, lalu lewat begitu saja. Ini khusus ngomongin sosial media yang berbasis teks, ya.

Kalau ngomongin sosial media audio-visual, menurut saya efeknya kurang lebih sama. YouTube, TikTok, Instagram, tren vlog, video pendek, sampai podcast—semuanya cukup signifikan bikin orang lebih memilih ngomong direkam atau divideoin daripada nulis dan ngetik panjang seperti era blogging dulu.

Sekarang yang saya lihat, banyak orang ngerasa jauh lebih praktis buat bicara di depan kamera dibanding duduk, mikir, lalu nulis.

Hal-hal kayak gini yang akhirnya pelan-pelan bikin "kebudayaan" blogging makin terkikis. Masih ada, tapi semakin ditinggalkan.


Kenapa Saya Memutuskan Kembali Nulis di Blog?

Semua ini berawal ketika saya diperkenalkan dengan sebuah istilah bernama IndieWeb. Saya nggak akan jelasin panjang lebar di sini, karena Googling langsung bakal jauh lebih membantu.

Tapi singkatnya begini: saya suka banget dengan konsep IndieWeb. Ketika kamu nge-post apa pun di internet, seharusnya konten itu sepenuhnya milik kamu dan berada dalam kendali kamu sendiri. Dan… hal itu hampir mustahil kita dapetin di sosial media.

Ada satu video workshop yang menurut saya menarik banget dan ngebahas soal IndieWeb ini. Videonya bisa ditonton di bawah:

Kalau malas nonton dari awal sampai akhir, ini beberapa poin penting dari workshop tersebut menurut saya:

Dari situ, saya makin yakin buat ikut (atau setidaknya mendekati) semangat IndieWeb. Karena saya sepakat dengan cara main dan filosofi yang dibawanya.

Kalau kamu tertarik buat baca lebih lanjut soal IndieWeb:


Punya Ruang Digital Pribadi

Lewat okkyachmad.com, saya pengen punya ruang digital milik saya sendiri. Beberapa hal yang pengen saya dapetin dari sini:

Coba bayangin kalau Instagram, Facebook, atau YouTube down. Nasib konten kamu gimana? Cara backup-nya satu-satu? Bisa sih, tapi kebayang ribetnya aja sudah capek duluan.


Kesimpulan

Intinya, saya pengen ngebiasain diri buat lebih sering nulis di sini—di platform pribadi saya sendiri. Mau itu tulisan panjang, catatan pendek, kutipan, foto, atau review yang biasanya saya share di sosial media, saya coba mulai dari sini dulu.

Jadi kalau suatu saat saya pengen berbagi pengalaman hidup, dokumentasi, atau insight yang saya kumpulkan selama bertahun-tahun, semuanya ada di satu tempat. Tinggal kasih satu link. Beres.